Sabtu, 23 Mei 2009

EVALUASI SKRIPSI

Berikut adalah template kriteria yang dapat anda gunakan untuk mengevaluasi hasil dari skripsi anda sendiri. Evaluasi skripsi dapat anda lakukan setiap saat selama pengembangan skripi dan menjadi guiding measurements untuk menentukan apakah anda sudah di arah yang benar dalam proses pembuatan skripsi anda.

HATI HATI: Kriteria penilaian yang ada di halaman ini tidak-lah standar dan belum tentu merupakan kriteria yang akan dipergunakan oleh penguji skripsi anda, karena secara umu proses penilaian skripsi selalu cenderung subjective.

1. Pemahaman Masalah & Inovasi Solusi

Seberapa anda dapat menyatakan (dalam tulisan buku skripsi dan presentasi) bahwa anda telah memahami sepenuhnya problem domain yang anda hadapi.
Seberapa kreatif konsep yang anda kembangkan dalam menjawab masalah tersebut? Apakah masalah dapat diselesaikan dengan cara yang inovatif dan tepat guna?
Seberapa menarik produk sistem solusi yang dihasilkan?

2. Pemanfaatan Teknologi

Teknologi yang dimanfaatkan apakah telah sesuai?

3. Implementasi

How elegant is the solution and architecture? Full credit will not be awarded here if key functionality comes from outside sources.

4. Presentasi

Ability of the group to present a well crafted demonstration and talk about their ideas.

Rabu, 20 Mei 2009

Analisa Data Menggunakan SPSS

SPSS adalah suatu software yang berfungsi untuk menganalisis data, melakukan perhitungan statistik baik parametrik maupun non parametrik (Ghozali, 2001:14).

Kebetulan saya tidak menggunakan SPSS untuk menganalisa data karena saya mengambil validitas isi yang tidak memakai analisa ststistik, tapi hanya memakai analisa rasio. Jadi, tuisan ini diperuntukkan bagi anda yang mengambil validitas selain validitas isi untuk menganalisa data atau menguji validitas dan reliabilitas data anda.

Di bawah ini akan dijelaskan secara rinci mengenai tahapan-tahapan perhitungan yang digunakan (Ghozali, 2001:15-20; Sugiarto, 2006:325-328).

1. Input data
Input data dilakukan dengan cara mengcopy data-data yang telah dikumpulkan dari file Ms. Excell ke kolom yang telah tersedia pada jendela SPSS Data dan memberikan nama pada masing-masing kolom ”variabel” sesuai dengan pengujian yang akan dilakukan. Misalnya, untuk menguji validitas dan reliabilitas memberikan nama Q1 untuk pernyataan nomor 1, Q2 untuk penyataan nomor 2, ”kesejahteraan” untuk total skor baku, dan seterusnya.

2. Perhitungan Uji validitas instrumen
Setelah tahap input data selanjutnya adalah uji validitas. Uji validitas dilakukan terhadap seluruh pernyataan yang ada dalam setiap variabel, yaitu untuk mengetahui tingkat kevalidan (kesahan) setiap pernyataan terhadap variabel penelitian. Pada SPSS, untuk menguji validitas dilakukan langkah sebagai berikut:
a. Klik menu Analyze
b. Pilih menu Correlate, bivariate
c. Lalu akan muncul dialog box.
d. Untuk menguji validitas variabel kesejahteraan (X1) dimana terdapat 6 pernyataan pada variabel tersebut. Memasukkan data seluruh jawaban pernyataan (Q1, Q2....Q6) dan total skor/data baku variabel kesejahteraan ke dalam kolom ”variables”, dan pilihan pada kolom ”Correlation Coeffecient” menggunakan perhitungan model ”Pearson”. Model Pearson adalah perhitungan validitas dengan metode korelasi untuk mengetahui tingkat hubungan antara setiap pernyataan dengan total skor yang diperoleh (Ghozali, 2001:132).
e. Lalu klik OK.
f. Akan muncul output SPSS yang akan dijadikan bahan analisis yang dapat diinterpretasikan hasilnya.

3. Perhitungan Uji reliabilitas
a. Klik menu Analyze
b. Pilih menu Correlate, scale lalu pilih ”reliability analysis”.
c. Lalu akan muncul dialog box.
d. Untuk menguji reliabilitas variabel kesejahteraan (X1) dimana terdapat 6 pernyataan pada variabel tersebut, adalah dengan memasukkan data seluruh jawaban pernyataan (Q1, Q2....Q6) tanpa memasukkan total skor/data baku variabel kesejahteraan seperti pada langkah uji validitas, ke dalam kolom ”items”, dan pilihan pada kolom ”Model” menggunakan perhitungan model ”Alpha”. Model Alpha adalah perhitungan reliabilitas yang sering digunakan sebagai metode untuk menguji keandalan dari kuesioner (Ghozali, 2001:130).
e. Lalu klik OK.
f. Akan muncul output SPSS yang akan dijadikan bahan analisis yang dapat diinterpretasikan hasilnya.

4. Perhitungan uji korelasi
Setelah tahap input data selanjutnya adalah uji korelasi. Uji korelasi pertama adalah uji korelasi parsial, yaitu untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel X dan Y. Pada SPSS, untuk menguji korelasi dilakukan langkah sebagai berikut:
a. Klik menu Analyze
b. Pilih menu Correlate, bivariate
c. Lalu akan muncul dialog box.
d. Memasukkan data variabel X dan Y ke dalam kolom ”variables”, dan pilihan pada kolom ”Correlation Coeffecient” menggunakan perhitungan model ”Spearman”. Model Spearman adalah perhitungan korelasi untuk statistik non parametrik dan untuk data yang bersifat ordinal.
e. Lalu klik OK.
f. Akan muncul output SPSS yang akan dijadikan bahan analisis yang dapat diinterpretasikan hasilnya.

NB : Untuk anda yang belum paham computer, anda bisa memanfaatkan jasa olah data di rental-rental computer disekitar kampus anda. Tapi tentu saja ada kompensasi untuk hal tersebut.

Selasa, 19 Mei 2009

Menghadapi Ujian Skripsi

Banyak mahasiswa yang benar-benar takut menghadapi ujian skripsi (oral examination). Terlebih lagi, banyak mahasiswa terpilih yang jenius tetapi ternyata gagal dalam menghadapi ujian pendadaran. Di dalam ruang ujian sendiri tidak jarang mahasiswa mengalami ketakutan, grogi, gemetar, berkeringat, yang pada akhirnya menggagalkan ujian yang harus dihadapi.

Setelah menulis skripsi, Anda memang harus mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Biasanya dewan penguji terdiri dari satu ketua penguji dan beberapa anggota penguji. Lulus tidaknya Anda dan berapa nilai yang akan Anda peroleh adalah akumulasi dari skor yang diberikan oleh masing-masing penguji. Tiap penguji secara bergantian (terkadang juga keroyokan) akan menanyai Anda tentang skripsi yang sudah Anda buat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar antara 30 menit hingga 1 jam.

Ujian skripsi kadang diikuti juga dengan ujian komprehensif yang akan menguji sejauh mana pemahaman Anda akan bidang yang selama ini Anda pelajari. Tentu saja tidak semua mata kuliah diujikan, melainkan hanya mata kuliah inti (core courses) saja dengan beberapa pertanyaan yang spesifik, baik konseptual maupun teknis.

Grogi, cemas, kuatir itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, ujian skripsi sebaiknya tidak perlu disikapi sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan. Ujian skripsi adalah “konfirmasi” atas apa yang sudah Anda lakukan. Kalau Anda melakukan sendiri penelitian Anda, tahu betul apa yang Anda lakukan, dan tidak grogi di ruang ujian, bisa dipastikan Anda akan perform well.

Cara terbaik untuk menghadapi ujian skripsi adalah Anda harus tahu betul apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda teliti. Siapkan untuk melakukan presentasi. Akan tetapi, tidak perlu Anda paparkan semuanya secara lengkap. Buatlah “lubang jebakan” agar penguji nantinya akan menanyakan pada titik tersebut. Tentu saja, Anda harus siapkan jawabannya dengan baik. Dengan begitu Anda akan tampak outstanding di hadapan dewan penguji.

Juga, ada baiknya beberapa malam sebelum ujian, digiatkan untuk berdoa atau menjalankan sholat tahajud di malam hari. Klise memang. Tapi benar-benar sangat membantu.

Jujur saja, saya (dulu) menyelesaikan skripsi dalam tempo 4 minggu tanpa ada kendala dan kesulitan yang berarti. Dosen pembimbing saya adalah seorang professor dengan jam terbang sangat tinggi. Selama berada dalam ruang ujian, kami lebih banyak berbicara santai sembari sesekali tertawa. Dan Alhamdulillah saya mendapat nilai A.
Bukan. Bukan saya bermaksud sombong, tetapi hanya untuk memotivasi Anda. Kalau saya bisa, seharusnya Anda sekalian pun bisa.

Pasca Ujian Skripsi
Banyak yang mengira, setelah ujian skripsi segalanya selesai. Tinggal revisi, bawa ke tukang jilid/fotokopi, urus administrasi, daftar wisuda, lalu traktir makan teman-teman. Memang benar. Setelah Anda dinyatakan lulus ujian skripsi, Anda sudah berhak menyandang gelar sarjana yang selama ini Anda inginkan.

Faktanya, lulus ujian skripsi saja sebenarnya belum terlalu cukup. Sebenarnya Anda bisa melakukan lebih jauh lagi dengan skripsi Anda. Caranya?
Cara paling gampang adalah memodifikasi dan memperbaiki skripsi Anda untuk kemudian dikirimkan pada media/jurnal publikasi. Cara lain, kalau Anda memang ingin serius terjun di dunia ilmiah, lanjutkan dan kembangkan saja penelitian/skripsi Anda untuk jenjang S2 atau S3. Dengan demikian, kelak akan semakin banyak penelitian dan publikasi yang mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi bangsa ini.

Bukan apa-apa, saya cuma ingin agar bangsa ini bisa lebih cerdas dan arif dalam menciptakan serta mengelola pengetahuan. Sekarang mungkin kita memang tertinggal dari bangsa lain. Akan tetapi, dengan melakukan penelitian, membuat publikasi, dan seterusnya, bangsa ini bisa cepat bangkit mengejar ketertinggalan.

Jadi, menyusun skripsi itu sebenarnya mudah untuk dilakukan. Tapi dalam kenyaatannya, saya sendiri pun menghabiskan banyak sekali waktu untuk menyelesaikannya. Karena situasi dan kondisi tertentu yang mengesampingkan skripsi untuk melakukan hal yang lebih menarik lainnya (cari penghasilan tambahan). Walaupun sebenarnya yang terpenting itu adalah menyelesaikan skripsi dulu baru kemudian menjadi seseorang yang workaholic pun tidak jadi masalah karena tugas akhir telah terselesaikan.

Tetap semangat dan pantang menyerah ya ………..! Bravo !!!

Optimalisasi Prosedur Pembuatan Skripsi

Cara mengoptimalkan prosedur pembuatan skripsi adalah sebagai berikut:

Bab 1. Pendahuluan
Jika proposal anda telah dibuat dengan menyeluruh, maka bagian Bab 1 dapat dikatan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan adalah, anda perlu memperlakukan Bab 1 anda selayaknya sebuah "Kontrak" yang mengikat anda untuk menyelesaikan apa yang anda janjikan dalam 6 bulan.

Pastikan anda pada saat membaca bab 1 anda, memahami betul apa yang anda akan buat, dan test dengan memberikan bab 1 anda kepada orang lain dan lihat apakah mereka paham apa yang anda akan buat.

Pikirkan 2 kata-kata ini pada saat anda menyusun bab 1/proposal dari skripsi anda, yaitu:

MENARIK dan REALISTIK. Ukur kemampuan anda dengan benar dan ukur masalah yang anda hadapi dengan benar, agar periode pembuatan skripsi yang merupakan matakuliah yang paling penting dan paling berguna selama sekian tahun anda kuliah, dapat benar-benar memberikan pengalaman yang maksimal pada anda dan menantang diri anda, serta dapat selesai tepat waktu..

Bab 3. Analisa System
Berisi analisa dari sistem berjalan, dan requirement dari sistem yang akan dibangun.
Isi dari bab 3 sangat bergantung pada jenis dan topik skripsi anda.
Apabila skripsi anda berupa Observasi, maka bagian ini merupakan "Rancangan Quesitonaire & Rencana Sampling".

Bab 4. Perancangan Sistem
Berisi perancangan dari sistem yang anda usulkan, dan (jika perlu dan mungkin) evaluasi dari hasil implementasinya.
Isi dari bab 4 sangat bergantung pada jenis dan topik skripsi anda.
Apabila skripsi anda berupa Observasi, maka bagian ini merupakan "Hasil Analisa & Pembahasan".

Varian dari bab 3 dan 4 yaitu dengan merubah bab 3 menjadi "Analisa dan Perancangan" yang merupakan gabungan dari bab 3 dan 4 dan kemudian melangkah lebih jauh dengan menambahkan bagian "Implementasi dan Evaluasi" sebagai bab 4. Jika anda tidak merasa pasti dan jka skripsi anda tidak memerlukan tahap evaluasi, tidak disarankan untuk mengambil varian ini karena cenderung memakan waktu lebih lama.

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2 tidak akan pernah selesai sebelum bab 4 anda selesai ditutup, karena semua teknik analisa ataupun perancangan yang anda gunakan perlu dilandasi pada bab 2. Karenanya jangan pernah berhenti mengumpulkan kutipan dari berbagai sumber untuk senantiasa melengkapi bab 2 anda. 80% dari bab 2 merupakan kutipan, baik kutipan langsung ataupun tidak langsung (untuk cara melakukan kutipan ikuti link berikut).

Perhatikan sumber kutipan anda, surat kabar/sumber-sumber populer lainnya dan website yang tidak terjamin kredibilitas akademis nya tidak dapat dijadikan sumber kutipan, walau diperbolehkan untuk menjadi sumber pendukung yang tidak didaftarkan di daftar pustaka.

Jika anda membaca/mengutip/melanjukan penelitian dari skripsi/thesis/hasil karya ilmiah orang lain, maka anda wajib mencantumkan skripsi/thesis/hasil karya ilmiah tersebut di daftar pustaka anda.

Pikirkan satu kata ini pada saat anda membuat bab 2 skripsi anda, yaitu KOKOH. Bab 2 skripsi anda harus kokoh, solid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia adalah salah satu sandaran batu anda pada saat sidang nanti.

Bab 5. Kesimpulan & Saran

Pastikan bahwa semua kesimpulan anda adalah kesimpulan yang spesifik, adalah tidak bermutu untuk menyimpulkan sesuatu yang general seperti "... lebih baik", anda perlu menjelaskan kenapa anda simpulkan lebih baik, jika ada hasil evaluasi maka tampilkan dalam bentuk summary atau sebutkan dalam hal apa lebih baiknya.

Kesimpulan juga harus bersifat tertutup dan langsung atas ruang lingkup skripsi anda, anda tidak bisa menyimpulkan hal yang ada di luar ruang lingkup anda, jika diperlukan, maka anda harus meluaskan ruang lingkup anda. Serta tidak bisa anda menyimpulkan hal yang bukan merupakan dampak langsung dari rancagnan anda, jika perlu, maka perlu dijelaskan bagaimana rentetan pengaruhnya sehingga anda menyimpulkan demikian.

Pikirkan satu istilah ini pada saat anda membuat bab 5 bagian kesimpulan, yaitu NO LOOSE ENDS. Pastikan tidak ada Ruang Lingkup yang anda langgar, tidak ada Tujuan yang tidak tercapai, dan tidak ada Manfaat yang tidak terbuktikan. Jika ada, maka anda harus mempersiapkan penjelasan mengapa hal itu terjadi, atau jika tidak jauh perbedaannya maka anda perlu melakukan revisi atas bab 1 anda.

Pada saat membuat bagian Saran, maka kata kunciny adalah SINCERE, bagian ini adalah menjadi salah satu penilaian tentang visi anda terhadap yang anda buat. Bagian saran yang asal bunyi menunjukkan and tidak serius melaksanakan dan tidak serus terhadap idea dari skripsi anda sendiri sehingga anda tidak dapat menyarankan perkembangan selanjutnya.

Pada tahap ini tujuan anda adalah ingin mendapatkan masalah utama yang cukup solid yang selanjutnya akan menjadi inti dari seluruh skripsi anda.

Masalah dapat diambil dari studi kasus, idea pengembangan atau dari observasi.

Opsi 1. Studi Kasus Adalah bila anda mencari orgnisasi atau perusahaan yang anda dijadikan "focus pencarian masalah". Cari hubungan dengan lebih dari satu perusahaan dan secepatnya lakukan pengamatan lapangan / interview.

Karena belum tentu setiap perusahaan yang anda pelajari akan cocok dengan topik yang menjadi minat anda, dan perusahaan yang memiliki masalah yang cocok dengan minat anda belum tentu bersedia membukakan pintu bagi anda. Hubunan relasi dengan salah
satu "orang dalam" dari perusahaan menjadi asset anda dalam mencari hubungan dengan perusahaan itu.

Minggu, 10 Mei 2009

Kiat Menghadapi Ujian Skripsi

Seperti melingkarnya roda mobil, cepat namun pasti saat ujian pendadaran akan berlangsung. Setelah mahasiswa mengumpulkan tugas akhir/skripsi mereka, kini giliran perlu disiapkan fisik, mental, dan materi untuk menghadapi ujian pendadaran.
Mana yang lebih penting , materi yang disiapkan dengan bagus atau presentasi yang menarik dan meyakinkan meskipun tulisan/skripsi biasa-biasa saja ??? Jawabnya adalah keduanya sama pentingnya, baik materi dan cara presentasi harus dipersiapkan dengan cermat. Oleh karena itu mahasiswa perlu :
- Memahami isi tugas akhir/skripsi sampai detil agar dapat membuat paparan presentasi dengan baik.
- Persiapan fisik dan mental mahasiswa dalam menghadapi ujian pendadaran

I. Bahan Presentasi.
- Biasanya presentasi ujian pendadaran dilakukan selama 10 – 15 menit. Slide yang dipersiapkan sebanyak 5 bagian, meliputi judul dan penulis/peneliti (1), latar belakang, lingkup, tujuan, dan metodologi (2), Istilah, definisi, konsep penunjang analisis (3), diagram analisis (3), perancangan/konsep baru (4), dan simpulan serta saran (5).

- Gunakan program presentasi yang baik (power point)
- Tampilan materi sederhana tetapi informatif dan menarik.
- Persiapkan back-up files, jangan sampai kehilangan teks presentasi ataupun skripsi.

II. Persiapan Fisik Mahasiswa

- Jaga badan agar tetap sehat dan jangan sampai sakit ketika ujian pendadaran : makan, istirahat, bekerja, dan berolah raga yang seimbang.


-Kendalikan rasa takut karena kekhawatiran tidak mampu melakukan presentasi dengan baik, materi tidak menarik, atau dosen penguji yang mungkin “killer”. Rasa takut ini normal karena kita belum terbiasa presentasi, dan juga perlu karena akan memotivasi kita agar berhati-hati dan mau mempersiapkan materi dengan baik, tidak over confidence.
-.Berlatihlah seefektif mungkin: lafal, kejelasan ucapan, diksi,gaya non verbal : eye contact, body language, penampilan fisik dll. di depan cermin. Suara lebih baik direkam agar bisa didengarkan kembali dan dievaluasi kejelasan pengucapan dan waktunya, terlebih ketika akan presentasi dalam bahasa non-Indonesia. Usahakan presentasi di depan sekelompok teman dan saling memberikan masukan yang positif. Boleh berlatih diskusi sampai berdebat sekalipun.
-.Berlatihlah untuk menghilangkan nervous, misalnya dengan menarik nafas panjang, minum air putih, dan berusaha rileks.
-Pada waktu presentasi pakailah baju yang sopan dan nyaman. Riasan mahasiswi sebaiknya sederhana tetapi menarik.

III. Audience

Yang penting, Anda harus mampu berempati, yaitu bersedia menempatkan posisi sebagai pendengar ( dewan penguji, teman mahasiswa). Hal ini berarti Anda harus mampu menerangkan dengan jelas, bersedia menerima kritikan dan masukan, serta menghormati pendengar.

IV. Intelektual

Selain memahami isi skripsi, Anda sebaiknya juga membaca, melihat program tivi, dan informasi lain berkaitan dengan topik yang dipresentasikan, baik itu paparan ilmiah ataupun populer. Semakin banyak informasi yang diperoleh akan membuat Anda semakin percaya diri.

V. Emosional

Pengendalian emosi sangat diperlukan selama presentasi, terutama dalam melakukan diskusi dengan dosen penguji. Rasa percaya diri yang tinggi dapat diperoleh dengan penguasaan materi dan pengalaman selama penelitian. Dengan demikian, semua pertanyaan dosen penguji pasti terjawab. Pertanyaan dosen yang “aneh/ menyimpang” bisa ditangkis dengan cara diplomatis, misalnya menyebutkan ruang lingkup, literatur yang dibaca, atau pengalaman selama meneliti. Yang penting adalah jangan keras kepala dan lepas emosi, serta jangan malu untuk mengakui jika tidak bisa menjawab pertanyaan dosen penguji. Sebelum menjawab, ucapkan terima kasih begitu pula apabila diberi masukan.

VI. Spritual

Persiapan spisitual dilakukan dengan berdoa secara khusuk, terutama menjelang ujian pendadaran. Mintalah restu orang tua atau yang dituakan agar hati lebih tenang dan percaya diri tinggi.
Dengan persiapan ini diharapkan Anda semua berhasil dalam ujian pendadran dan mendapatkan nilai A atau B. Silakan dipraktikkan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More